Kepercayaan / TRUST

“Kamu harus percaya pada ku Ma ...” Kata seorang suami memelas di depan istri nya yang marah sambil memegang kemeja kantor dengan cap lipstik di kerah nya.“
Percayalah, meski pergi jauh, aku akan kembali dan melamarmu ...” kata seorang pemuda, sesaat sebelum meninggalkan pacarnya untuk pergi merantau.
“Kalau proyek ini dipercayakan kepada kami, saya yakin akan selesai sesuai anggaran dan jadwal yang Bapak tetapkan ...” kata seorang konsultan kepada klien nya.“
Rakyat tidak lagi percaya dengan pemerintah yang sekarang ...”, demikian kata seorang politisi yang ingin dipilih rakyatnya. Contoh pernyataan-pernyataan di atas berbicara tentang “ke-percaya-an” (trust). Untuk menghindari kerancuan, saya menggunakan istilah trust, karena “kepercayaan” dalam Bahasa Indonesia dapat juga berarti “beliefs” atau “faith”. Jadi apa sesungguhnya trust itu? Dan yang tidak kalah pentingnya adalah, darimana datangnya trust?
Semua sepakat bahwa trust itu penting. Pernikahan, dibangun di atas trust yang tumbuh di antara antara suami dan istri. Organisasi, berdiri karena ada trust di antara anggota nya. Perusahaan, berdiri karena ada trust antara pemilik usaha, pelanggan, pekerja dan mitra kerjanya. Transaksi bisnis, terjadi karena ada trust antara penjual dan pembeli. Negara, berdiri karena masih ada trust di antara warga negara dan penyelenggara pemerintahan-nya. Tanpa trust, tanpa ke-percaya-an, maka ikatan-ikatan tadi akan runtuh. Trust adalah “The one thing that changes everythings” demikian kata Stephen Covey dalam buku The Speed of Trust.Terlebih lagi dalam bisnis.
Trust diakui memiliki korelasi yang erat dengan biaya dan kecepatan. Pada interaksi bisnis yang dijalankan dengan trust yang tinggi, maka kecepatan akan tinggi, dan biaya akan rendah. Sebaliknya, trust yang rendah akan menyebabkan biaya yang tinggi dan kecepatan yang rendah. Misalnya, ketika kita menjual barang pada orang yang kita percayai, maka biasanya eksekusi nya akan lebih cepat, bahkan bisa dibayar kemudian. Sebaliknya, kalau pembeli belum dipercaya maka kita akan menerapkan prosedur yang lebih ketat, ada biaya dimuka, dsb.
Meskipun mengakui betapa pentingnya trust, namun sangat jarang kita memikirkan apa dan bagaimana trust bisa dikembangkan. Akibatnya seringkali kita membina hubungan bisnis maupun hubungan sosial, dengan trust yang rendah, yang mengakibatkan biaya tinggi dan kecepatan rendah tadi.Membangun trust tidak semudah mengucapkan kata-kata “Percayalah ...” seperti rayuan pemuda kepada pacarnya. Namun, meski tidak mudah, bisa dipelajari. Berikut beberapa catatan saya dalam mengembangkan trust.
Trust harus diraih, bukan diberikan.
Seringkali orang berharap akan dapat memiliki trust ketika berinteraksi dengan seseorang yang merupakan anggota dari kelompok tertentu yang ia percayai. Dan hampir dipastikan ia akan kecewa. Misalnya, ketika kita berinteraksi dengan seseorang dengan gelar keagamaan tertentu, atau anggota kelompok keagamaan tertentu, seringkali kita langsung memiliki “trust”.Namun trust yang demikian seringkali hanya bersifat semu, kerena belum teruji oleh perbuatan.
Pada akhirnya konsistensi perbuatan-perbuatan pribadi tersebut yang akan membuat kita memiliki trust atau tidak, bukan gelar yang dimiliki, bukan karena keturunan seseorang yang hebat, atau bukan karena anggota organisasi yang besar dan terkenal.Dalam bisnis dan kehidupan, trust adalah sesuatu yang harus diraih melalui proses, bukan sesuatu yang secara instan bisa diberikan atau diwariskan begitu saja. Kalau saja trust bisa diwariskan atau dihibahkan kepada anggota-anggota organisasi yang “terpercaya”, betapa mudahnya pekerjaan bank-bank kita dalam menyalurkan kredit. Kenyataannya tidak demikian.
Semua berawal dari “self-trust”
Seringkali kita mendengar keluhan-keluhan tentang rendahnya trust dari pelanggan, rendahnya trust dari kolega kita. Atau tidak adanya trust diantara anggota masyarakat kita. Kita mencoba mencari-cari solusi untuk organizational trust, market trust atau societal trust tadi. Akan sulit selama kita belum menyentuh akar sebenarnya yaitu “self-trust”. Trust dari pribadi kita sendiri.
Membangun self-trust, tidak lepas dari: karakter dan kemampuan kita.Bagian terpenting dari karekter adalah integritas. Yaitu bagaimana kita menjalani nilai-nilai yang kita anut secara konsisten. Sekedar berkata “jujur” tidak cukup. Namun juga harus dibuktikan dengan perbuatan yang kongruen dengan perkataan tadi. Serta dihiasi dengan sikap berani sekaligus rendah hati. Berani menyatakan pendapat, mengatakan yang benar adalah benar, dan yang salah adalah salah, namun rendah hati dengan tidak arogan menganggap dirinya pasti benar dan orang lain pasti salah.
Inilah landasan integritas yang merupakan modal pertama dalam membangun trust.
Integritas tanpa kemampuan belum cukup untuk membangun trust. Maka selain menjadi pribadi yang penuh integritas, kita juga harus terbukti mampu. Dikenal sebagai pribadi yang ber-integritas akan membuat orang mengenal Anda sebagai “orang baik”, namun belum tentu dipercaya, jika Anda tidak memiliki catatan bahwa Anda memiliki kemampuan.
Kemampuan tidak hanya diukur dari seberapa banyak Anda tahu, namun menyeluruh, mencakup: Talents (bakat), Attitude (sikap), Skills (keahlian), Knowledge (pengetahuan) dan Style (gaya atau sentuhan personal Anda).Selain itu, karakter dan kemampuan kita harus dibuktikan dengan hasil (result). Ibarat pohon, karakter adalah akar, kemampuan adalah batang dan daun, namun tetap saja, buah adalah yang akan dilihat dan dinikmati. Karakter yang baik, kemampuan yang mumpuni, harus dibuktikan dengan result yang nyata. Dengan tiga modal tadi, maka self-trust dapat kita tumbuhkan.
Trust bisa naik, dan turun.
Memiliki hubungan sosial ataupun bisnis dengan trust yang tinggi, dapat membuat kita lengah. Seringkali kita berasumsi bahwa trust adalah abadi. Padahal fakta nya tidak demikian. Trust bisa saja naik, atau turun, bahkan hilang.Trust yang meningkat harus menjadi agenda kita. Trust yang menurun, sedapat mungkin kita cegah. Penurunan trust biasanya terjadi apabila kita tidak menjaga “self-trust” kita masing-masing. Mungkin integritas yang mulai luntur, atau kemampuan yang tidak relevan lagi di masa sekarang, atau bisa jadi result yang tidak lagi terbukti. Kesemuanya dapat mempengaruhi trust. Jika diniatkan, saya yakin kita semua dapat belajar membangun trust secara konsisten. Percayalah ... (Fauzi R)

[+/-] Lanjutkan Baca Selengkapnya.....

 

Jangan Asal Bicara di bulan Ramadhan

Hati-hati kalai kita berkata-kata karena bisa sangat berpengaruh pada perbuatan kita, apa yang kita ucapkan seringkali itulah yang akan kita laksanakan, kata-kata yangkita ucapkan juga bisa menggambarkan bagaimana diri kita, baik dalam bersikap/berperilaku ataupun merespon suatu keadaan, selain itu kata yang kita ucapkan juga bisa memberikan sugesti pada kitaPada bulan Ramadhan yang suci ini, kita jangan hanya puasa dalam artian menjaga untuk tidak makan dan minum pada waktu siang hari saja, aka tetapi cobalah untuk menjaga kata-kata kita
Jangan berkata sulit atau gagal
bila kita tidak ingin mendapatkan kesulitan atau kegagalan, bagaimanapun elemen atau unsur-unsur dalam tubuh kita akanmendukung dari apa yang kita ucapkan.
Jangan berkata-kata yang tidak benar
meskipun kita seringkali mendengarnya bahkan bagi banyak orang hal itu dianggap umum, Misal Cari yang haram saja sulit apalagi yang halalJangan
bergurau dengan satu hal yang prinsip
apalagi kalau menggunakan dalil agama sebagai dasar guyonannya

[+/-] Lanjutkan Baca Selengkapnya.....

 

Malang Asoy

Kota malang yang merupakan Kota Pendidikan, Kota Industri dan Kota Pariwisata pada tahun 2009 ini mempunyai slogan baru yaitu Malang Asoy dimana ini menyiratkan makna bahwa Kota Malang selalu OK. Siapapun yang berkunjung ke Kota Malang diharapan akan selalu enjoy karena disambut secara ramah oleh Arema yang selalu OK
Pemkot sengaja menciptakan slogan Malang Asoy agar menjadi salah satu ikon dalam memperkenalkan Kota Malang dipentas nusantara maupun internasional. Pengenalan melalui slogan lebih mudah. Seperti slogan Sparkling Surabaya, Enjoy Jakarta dan slogan lainnya yang telah dimiliki kota-kota besar di Indonesia.
Slogan Malang Asoy ini sengaja dipilih karena menggambarkan karakter Malangan yang sangat kental, merakyat, bersifat cair, serta selalu mengedepankan persahabatan dan kebersamaan. Kata ‘Asoy’ sendiri memiliki makna tersendiri bagi arek Kota Malang, yakni Arek Malang Selalu Oke (Asoy).
Kalimat Asoy itu memiliki arti yang luas, tidak hanya tunggal. Harapannya, melalui jargon itu akan semakin mengenalkan Kota Malang kepada masyarakat nasional dan internasional,” terangnya. Bukan bermaksud latah meniru kota lain yang sudah mempunyai slogan terlebih dahulu, sepertinya pemerintah kota malang ingin agar kota malang akan dikenang baik tidak hanya oleh warganya tetapi juga oleh semua orang yang datang ke Kota Malang.

[+/-] Lanjutkan Baca Selengkapnya.....

 

Sajak pamflet, Mengenang WR Rendra

kutulis pamflet ini, karena lembaga pendapat umum,ditutupi jaring labah labah

orang bicara dalam kasak kusuk,Dan ungkapan diri ditekan menjadi peng-iya-an
Kutulis pamflet ini,karena pamflet bukan tabu bagi penyair
Aku inginkan merpati pos, aku ingin memainkan bendera bendera semaphore ditanganku
Aku ingin membuat isyarat asap kaum indian
Aku tidak melihat alasan, kenapa harus diam tertekan dan termangu

[+/-] Lanjutkan Baca Selengkapnya.....

 

Cuplikan Pidato Muhammad Yunus Sang Penggagas Grameen Bank

Milenium Development Goals (MDG'S) yang digagas oleh para pemimpin bangsa-bangsa di dunia nampaknya sekarang gaungnya kalah dengan isu-isu terorisme, yang dianggap merupakan ancaman terbesar bagi perdamaian dunia. Tragedi 11 september telah menjadikan banyak orang lupa bawa Perdamaian secara tak terelakkan terkait dengan kemiskinan. Kemiskinan adalah ancaman bagi perdamaian. terorisme tidak bisa dimenangkan lewat aksi militer.
Terorisme harus dikecam dengan kata-kata yang paling keras. Kita harus bersatu padu menentangnya dan menemukan segala untuk mengakhirinya. Kita harus mencari akar-akar penyebab terorisme untuk mengakhirinya sampai selama-lamanya. Bagi perdamaian dunia sepertinya menyalurkan sumber daya untuk meningkatkan perikehidupan kaum miskin adalah strategi yang lebih baik ketimbang membelanjakannya buat senjata.
Perdamaian harus dipahami secara manusiawi – dalam lingkup sosial, politik dan ekonomi secara luas. Perdamaian terancam oleh tatanan ekonomi, sosial dan politik yang tidak adil, oleh absennya demokrasi, rusaknya kualitas lingkungan hidup dan oleh absennya Hak Azasi Manusia. Kemiskinan adalah absennya seluruh hak azasi manusia. Frustasi, permusuhan dan kemarahan yang disebabkan oleh kemiskinan akut tidak bisa memupuk perdamaian dalam masyarakat manapun. Untuk membangun perdamaian yang stabil kita harus mencari cara – cara menyediakan peluang bagi rakyat untuk bisa hidup secara layak.
Yakinlah kita bisa menciptakan dunia yang bebas kemiskinan karena kemiskinan tidak dibikin oleh rakyat miskin. Kemiskinan diciptakan dan dilestarikan oleh sistem sosial – ekonomi yang kita rencang sendiri; pranata-pranata dan konsep-kensep yang menyusun sistem itu; kebijakan-kebijakan yang kita terapkan.
Kemiskinan tercipta karena kita membangun kerangka teoritis berdasarkan asumsi-asumsi yang merendahkan kapasitas manusia, dengan merancang konsep-konsep yang terlampau sempit (seperti) konsep bisnis, kelayakan kredit, kewirausahaan, lapangan kerja ) atau mengembangkan lembaga-lembaga yang belum matang ( seperti lembaga-lembaga keuangan yang tidak mengikutsertakan kaum miskin). Kemiskinan disebabkan oleh kegagalan pada tataran konseptual, dan bukan kurangnya kapabilitas dipihak rakyat.
Percayalah dengan sepenuh hati bahwa kita bisa menciptakan dunia yang bebas-kemiskinan bila secara kolektif kita mempercayainya. Dalam Dunia yang bebas kemiskinan, tempat satu-satunya. Anda bisa melihat kemiskinan adalah di museum-museum kemiskinan. Ketika anak-anak sekolah berkunjung kemuseum-museum kemiskinan itu, mereka akan ngeri melihat kesengsaraan dan kehinadinaan yang harus dilalui sebagian umat manusia. Mereka akan menyalahkan leluhurnya karena mentolerir kondisi yang tidak manusiawi yang sudah berlangsung begitu lama atas begitu banyak orang ini.
Seorang manusia lahir didunia ini dengan bekal penuh bukan hanya untuk mengurusi dirinya saja sendiri saja, tetapi juga turut menyumbangkan upaya untuk memperluas kesejahteraan dunia secara keseluruhan. Ada yang punya peluang untuk menggali potensi mereka sampai takaran tertentu, tapi banyak lainnya yang tak pernah mendapat kesempatan apapun seumur hidupnya untuk menguak bakat-bakat menakjubkan yang hadir bersama kelahirannya. Mereka mati tanpa pernah tergali dan dunia tak pernah merasakan kreativitas dan sumbangan mereka.
Orang miskin itu seperti pohon bonsai. Manakala Anda menanam bibit terbaik dari pohon tertinggi dalam pot kembang. Anda pun mendapat replika dari pohon tertinggi itu, namun tingginya hanya sekian inci. Tak ada yang salah dengan bibit yang Anda tanam, hanya lahnnya saja yang sama sekali tidak memadai. Orang miskin itu orang bonsai. Tak ada yang salah dengan bibitnya.
Sederhana saja, masyarakat tak pernah memberi mereka lahan untuk bertumbuh kembang. Yang diperlukan untuk membuat masyarakat miskin keluar dari kemiskinan adalah menciptakan lingkungan yang memberdayakan mereka. Begitu kaum miskin bisa melejitkan energi dan kreativitas mereka, kemiskinan akan lenyap dengan cepat. Mari kita bergandeng tangan untuk memberi setiap makhluk manusia kesempatan yang adil untuk melejitkan energi kreativitas mereka.

[+/-] Lanjutkan Baca Selengkapnya.....

 

Gundukan Pupuk Kandang

  • Hal-hal tidak menyenangkan, seperti duduk di peringkat terbawah di kelas kita, terjadi dalam kehidupan. Hal-hal itu dapat terjadi pada setiap orang. Perbedaan antara orang yang bahagia dan tertekan hanyalah pada bagaimana mereka bereaksi terhadap kemalangan.
Bayangkan anda baru saja mengalami suatu sore yang indah di pantai bersama seorang teman. Ketika anda kembali ke rumah, anda mendapati gundukan pupuk kandang tepat di depan pintu rumah anda. Ada 3 hal untuk diketahui sehubungan dengan gundukan pupuk kandang ini :
  1. Anda tidak memesannya. Ini bukan kesalahan anda.
  2. Anda merasa habis akal.Tak ada yang melihat siapa yg menimbunnya di situ, jadi anda tak dapat menelpon pelakunya utk menyingkirikannya.
  3. APupuk itu kotor dan semerbak memenuhi seluruh rumah anda. Sungguh tak tertahankan.
Pada perumpamaan ini, gundukan pupuk kandang di depan rumah anda melambangkan pengalaman2 traumatik yg menimpa kita dalam kehidupan. Seperti halnya dg gundukan pupuk kandang itu, ada 3 hal untuk diketahui sehubungan dengan tragedi dalam kehidupan kita.
  1. Kita tak memesannya. Kita berkata : “Kenapa saya ?”
  2. Kita merasa habis akal. Tak seorangpun, sekalipun teman terbaik kita dapat menyingkirikannya (meski mereka mencoba)
  3. Tragedi itu sangat menyakitkan menghancurkan kebahagiaan kita, dan rasa sakit yang ditimbulkannya menghantui sepanjang hidup kita. Sungguh tak tertahankan.
Ada 2 cara merespon timpaan gundukan pupuk kandang itu. Cara pertama adalah membawa kotoran itu ke mana-mana bersama kita. Kita taruh segenggam di saku kita, sebagian di tas kita dan sebagian lai di baju kita. Kita bahkan juga menaruhnya di celana panjang kita. Kita dapati, ketika kita membawa kotoran itu ke mana-mana, kita kehilangan teman! Bahkan teman2 terbaik pun tampaknya tak begitu senang lagi dekat2 dg kita.
  1. Membawa kotoran ke mana2 adalah perumpamaan untuk keadaan tenggelam dalam depresi, hal-hal negatif, atau amarah. Itu adalah sebuah respon terhadap kemalangan yang lumrah dan dapat dimaklumi. Tetapi kita kehilangan banyak teman, karena lumrah dan dapat dimaklumi pula jika teman2 kita tidak suka berada di samping kita yang selalu merasa depresi. Lagipula, dg cara ini gundukan kotoran itu sendiri tak menjadi berkurang, tapi baunya malah bertambah busuk.
  2. Untunglah, ada cara kedua. Ketika kita tertimpa gundukan pupuk kandang, kita menghela napas, dan setelah itu mulai bekerja. Ambil gerobak dorong, garu dan sekop. Kita garu kotoran itu ke gerobak dorong, membawanya ke belakang rumah dan menguburnya di kebun kita. Memang ini sulit dan melelahkan, tetapi kita tahu tak ada pilihan lain. Kadang kita hanya mampu mengatasi separuh gerobag saja dalam sehari, namun kita melakukan sesuatu yang menyelesaikan masalah, daripada hanya mengeluh saja dan terbenam dalam depresi. Dari hari ke hari, kita menggaru dan mengubur kotoran itu. Dari hari ke hari gundukannya menjadi semakin berurang. Kadang diperlukan waktu beberapa tahun, namun pagi yang cerah tiba juga ketika gundukan kotoran di depan rumah kita tak berbekas lagi. Selanjutnya, sebuah keajaiban terjadi di belakang rumah kita. Bunga-bunga di kebun kita bermekaran dg warna-warni memenuhi setiap sudut. Keharuman menyebar sampai ke jalan, sehingga para tetangga bahkan orang lewat pun tersenyum bahagia karenanya. Lalu pohon buah yang tumbuh di sudut tanaman hampir rubuh karena begitu tergelayuti oleh buah-buahnya. Dan buahnya sungguh manis. Anda tak dapat membeli buah seperti itu. Ada begitu banyak buah, bahkan orang2 yg lewat pun dapat ikut menikmati sedapnya rasa buah ajaib itu.
“Mengubur kotoran” adalah perumpamaan untuk menyambut datangnya tragedi sebagai penyubur bagi kehidupan kita. Itu pekerjaan yang harus kita lakukan sendiri, tak ada yang dapat membantu kita. Namun dg menguburnya di taman hati kita, dari hari ke hari, gundukan rasa sakit itu semakin berkurang. Bisa saja itu membutuhkan beberapa tahun, namun pagi yg cerah akan tiba tatkala kita melihat tak ada lagi rasa sakit di dalam hidup kita dan di dalam hati kita, sebuah keajaiban telah terjadi. Bunga2 kebajikan bermekaran memenuhi seluruh tempat, dan harumnya cinta menyebar sampai jauh, ke para tetangga kita, teman kita, dan bahkan sampai juga ke orang2 yang tidak kita kenal. Lalu pohon kebijaksanaan yang tumbuh di sudut taman hati kita menjadi tergelayut karena saratnya buah pencerahan akan hakikat kehidupan. Kita dapat membagi-bagikan buah2 yg enak itu dengan gratis, bahkan kepada orang2 yg tdk kita kenal, tanpa sengaja merencanakannya.
  • Ketika kita telah mengenal rasa sakit yang tragis, pelajarilah pelajaran yang diberikannya, dan tumbuhkan taman kita, lalu kita dapat merangkulkan lengan kita dalam tragedi yang dalam dan berkata dg lembut, “ Aku tahu”. Mereka akan tahu bahwa kita telah paham. Belas kasih dimulai. Kita tunjukkan pada mereka gerobak dorong, garu, sekop dan dorongan semangat tanpa batas. Jika kita belum dapat menumbuh kembangkan taman kita sendiri, semua ini tak dapat kita lakukan.
Saya mengenal banyak orang yg piawai dalam bermeditasi, yg penuh kedamaian, tenang dan tenteram dalam menghadapi kemalangan. Tetap hanya sedikit yg menjadi guru hebat. Saya sering heran mengapa bisa begitu.
  • Sekarang menjadi jelas bagi saya bahwa orang-orang yg relatif tidak banyak kemalangan, yg mempunyai sedikit kotoran utk dikuburkan, adalah mereka yg tidak menjadi guru2 hebat. Adalah orang-orang yg mengalami kesukaran yg besar,dg diam menguburkannya, dan datang dg taman yg subur, adalah mereka yang menjadi guru2 hebat. Mereka semua memiliki kebijaksanaan, ketenangan, dan belas kasih; tetapi hanya mereka yg memiliki kotoran lebih banyaklah yg dpt membagikannya kepada dunia. Guru saya, Ajahn Chan, yg bagi saya pribadi adalah menara dari semua guru, pasti memiliki armada truk pengangkut pupuk kandang yg berjejer di depan pintu rumahnya, pada masa2 awal kehidupannya.
Barangkali moral dari cerita ini adalah, jika anda ingin melayani dunia, jika anda ingin mengikuti jalan belas kasih, maka bila suatu ketika tragedi terjadi dalam hidup anda, anda dapat berkata, “Cihui ! Aku dapat banyak pupuk untuk taman saya”. (Kisah Inspiratif)

[+/-] Lanjutkan Baca Selengkapnya.....

 

Kisah Kembang Bakung

(Kisah Inspiratif) Seorang anak sambil menangis kembali ke rumah. Ia menangis semakin keras ketika bertemu ibunya. Ia merasa segala usahanya tidak dihiraukan baik oleh guru maupun teman-teman kelasnya. Ia telah berusaha, namun seakan-akan usahanya tidak layak dihargai. Ia menjadi benci akan teman-temannya. Ia menjengkeli gurunya.
  • Setelah mendengar keluhan anaknya, sang ibu bertanya: 'Pernahkan engkau memperhatikan kembang bakung milik tetangga di lorong jalan ke rumah kita?' Anak itu menggelengkan kepala. 'Bakung itu berkembang setiap pagi, dan di akhir hari kembang bakung tersebut akan layu dan mati. Namun sebelum mati, ia telah memberikan yang terbaik, ia telah memancarkan keindahannya.' Anak itu berhenti menangis dan mendengarkan dengan penuh hati.
'Setiap hari ia memberikan keindahan yang sama. Setiap hari ia memberikan keharuman yang sama walau kadang tak dihiraukan orang. Keindahannya tak pernah berkurang karena engkau tak pernah memperhatikannya. Ia tidak pernah bersedih bila tak diperhatikan orang, karena ia tahu bahwa dalam hidupnya ia cuman punya satu misi yakni memberikan keindahan.' Anak itu memahami maksud ibunya.
  • Kembang bakung seorang guru yang mengajar: 'Hidupmu ada ditelapakmu sendiri, bukannya dalam genggaman tangan orang lain

[+/-] Lanjutkan Baca Selengkapnya.....

 

oh dunia

  • ANAK KECIL ingin segera DEWASA, YANG TUA lebih suka tetap menjadi MUDA
  • PENGANGGURAN mencari PEKERJAAN, Sedangkan PARA PEKERJA sudah merasa BOSAN
  • ORANG KAYA masih MEMBURU HARTA Padahal memburu harta pekerjaan ORANG TAK PUNYA
  • SESEORANG sering di timpa KEKALAHAN... Tapi selalu TIDAK PUAS setelah mendapat KEMENANGAN

[+/-] Lanjutkan Baca Selengkapnya.....

 

Belajar Memahami Masalah Kehidupan

Masalah yang datang pada kita kadang memang terasa pahit dan getir, banyak orang bijak seringkali menyampaikan ambil hikmahnya dan belajarlah dari pengalaman hidup agar tidak terulang kembali kesalahan pada hal yang sama. Permasalahnnya adalah seringkali kita sulit untuk bisa menerima ketika masalah datang.
  • Diumpamakan masalah adalah segenggam garam, akan terasa sangat pahit dan getir ketika langsung kita makan, tetapi coba segenggam garam tadi kita taburkan ke telaga yang luas, lalu kita minum airnya, kita akan merasakan segarnya air telaga dan tak terasa lagi rasa pahit dan getirnya segenggam garam yang telah ditaburkan. bukan berarti garamnya tidak ada, garam yang pahit dan getir tetap ada di air telaga.
Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua bergantung pada HATI kita.
  • Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. LAPANGKANLAH DADAMU menerima semuanya. LUASKANLAH HATIMU untuk menampung setiap kepahitan itu.
“Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. albumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan"

[+/-] Lanjutkan Baca Selengkapnya.....

 

FLU Babi Mengancam PONDOK Pesantren, Perlukah BIN Turun tangan....

Yang pasti bukan karena orang pondok itu terang-terangan mengharamkan babi, di pondok Babussalam 270 dari 500 santrinye kena, Pondok Nurul Huda Singosari 70 santrinya kena dan Pondok putri Al Islahiyah 40 santrinya kena.
Tiga pondok tersebut melengkapi jumlah 4 pondok yang terserang flu babi setelah Ponpes Modern Gontor sebagai yang pertama kali. Sedikit aneh dan janggal, 3 pondok pesantren di kabupaten malang ini terkenanya dalam waktu yang bersamaan.
Apakah mereka kopros (tidak menjaga kebersihan lingkungan dg baik) sepertinya tidak, lingkungan pondok cukup baik dan bersih.
Apakah mereka mengkonsumsi daging babi..... tentu saja tidak..... klo produk olahan yang mengandung minyak babi mungkin terjadi karena mereka tidak tahu..... tetapi kalau begitu keadaannya kenapa di malang hanya mereka yang kena dan masyarakat lain tidak
Apakah di lingkungan sekitar pondok ada yang memelihara babi..... jawabannya juga tidak bahkan dipasar dekat pondok sepertinya juga tidak ada yang jual daging babi
yang lebih membingungkan lagi adalah ketiga pondok yang ada di malang terkenanya bersamaan dan lokasi / jarak antar pondok juga jauh, tentunya hal ini membingungkan kok bisa...... jangan-jangan........... mau menuduh ada konspirasi jahat yang tidak senang pada bangsa ini sepertinya masih perlu cukup bukti.
tetapi setidaknya urusan flu babi jangan hanya ditangani pihak dinas kesehtan semata, aparat keamanan khususnya badan intelejen negara sepertinya perlu turun tangan untuk menyingkap mengapa indonesia menjadi sasaran penyebaran virus-virus baru mulai flu burung dan sekarang flu babi. ada apa sebenarnya, banyak terjadi kejanggalan dan satu hal lagi Indonesia sebagai negara yang tingkat penyebarannya sangat cepat meskipun bukan sebagai negara tempat awal ditemukannya virus.

[+/-] Lanjutkan Baca Selengkapnya.....

 

Arsip Blog


ShoutMix chat widget