Kepercayaan / TRUST
Rabu, Agustus 26, 2009 | Label: Kisah Inspiratif Kehidupan | 0 Comments
Jangan Asal Bicara di bulan Ramadhan
Jumat, Agustus 21, 2009 | Label: Kisah Inspiratif Kehidupan | 0 Comments
Malang Asoy
Jumat, Agustus 21, 2009 | | 0 Comments
Sajak pamflet, Mengenang WR Rendra
kutulis pamflet ini, karena lembaga pendapat umum,ditutupi jaring labah labah
orang bicara dalam kasak kusuk,Dan ungkapan diri ditekan menjadi peng-iya-anKutulis pamflet ini,karena pamflet bukan tabu bagi penyairAku inginkan merpati pos, aku ingin memainkan bendera bendera semaphore ditangankuAku ingin membuat isyarat asap kaum indianAku tidak melihat alasan, kenapa harus diam tertekan dan termanguJumat, Agustus 07, 2009 | Label: Kisah Inspiratif Sastra | 0 Comments
Cuplikan Pidato Muhammad Yunus Sang Penggagas Grameen Bank
Kamis, Agustus 06, 2009 | Label: Kisah Inspiratif Education | 0 Comments
Gundukan Pupuk Kandang
- Hal-hal tidak menyenangkan, seperti duduk di peringkat terbawah di kelas kita, terjadi dalam kehidupan. Hal-hal itu dapat terjadi pada setiap orang. Perbedaan antara orang yang bahagia dan tertekan hanyalah pada bagaimana mereka bereaksi terhadap kemalangan.
- Anda tidak memesannya. Ini bukan kesalahan anda.
- Anda merasa habis akal.Tak ada yang melihat siapa yg menimbunnya di situ, jadi anda tak dapat menelpon pelakunya utk menyingkirikannya.
- APupuk itu kotor dan semerbak memenuhi seluruh rumah anda. Sungguh tak tertahankan.
- Kita tak memesannya. Kita berkata : “Kenapa saya ?”
- Kita merasa habis akal. Tak seorangpun, sekalipun teman terbaik kita dapat menyingkirikannya (meski mereka mencoba)
- Tragedi itu sangat menyakitkan menghancurkan kebahagiaan kita, dan rasa sakit yang ditimbulkannya menghantui sepanjang hidup kita. Sungguh tak tertahankan.
- Membawa kotoran ke mana2 adalah perumpamaan untuk keadaan tenggelam dalam depresi, hal-hal negatif, atau amarah. Itu adalah sebuah respon terhadap kemalangan yang lumrah dan dapat dimaklumi. Tetapi kita kehilangan banyak teman, karena lumrah dan dapat dimaklumi pula jika teman2 kita tidak suka berada di samping kita yang selalu merasa depresi. Lagipula, dg cara ini gundukan kotoran itu sendiri tak menjadi berkurang, tapi baunya malah bertambah busuk.
- Untunglah, ada cara kedua. Ketika kita tertimpa gundukan pupuk kandang, kita menghela napas, dan setelah itu mulai bekerja. Ambil gerobak dorong, garu dan sekop. Kita garu kotoran itu ke gerobak dorong, membawanya ke belakang rumah dan menguburnya di kebun kita. Memang ini sulit dan melelahkan, tetapi kita tahu tak ada pilihan lain. Kadang kita hanya mampu mengatasi separuh gerobag saja dalam sehari, namun kita melakukan sesuatu yang menyelesaikan masalah, daripada hanya mengeluh saja dan terbenam dalam depresi. Dari hari ke hari, kita menggaru dan mengubur kotoran itu. Dari hari ke hari gundukannya menjadi semakin berurang. Kadang diperlukan waktu beberapa tahun, namun pagi yang cerah tiba juga ketika gundukan kotoran di depan rumah kita tak berbekas lagi. Selanjutnya, sebuah keajaiban terjadi di belakang rumah kita. Bunga-bunga di kebun kita bermekaran dg warna-warni memenuhi setiap sudut. Keharuman menyebar sampai ke jalan, sehingga para tetangga bahkan orang lewat pun tersenyum bahagia karenanya. Lalu pohon buah yang tumbuh di sudut tanaman hampir rubuh karena begitu tergelayuti oleh buah-buahnya. Dan buahnya sungguh manis. Anda tak dapat membeli buah seperti itu. Ada begitu banyak buah, bahkan orang2 yg lewat pun dapat ikut menikmati sedapnya rasa buah ajaib itu.
- Ketika kita telah mengenal rasa sakit yang tragis, pelajarilah pelajaran yang diberikannya, dan tumbuhkan taman kita, lalu kita dapat merangkulkan lengan kita dalam tragedi yang dalam dan berkata dg lembut, “ Aku tahu”. Mereka akan tahu bahwa kita telah paham. Belas kasih dimulai. Kita tunjukkan pada mereka gerobak dorong, garu, sekop dan dorongan semangat tanpa batas. Jika kita belum dapat menumbuh kembangkan taman kita sendiri, semua ini tak dapat kita lakukan.
- Sekarang menjadi jelas bagi saya bahwa orang-orang yg relatif tidak banyak kemalangan, yg mempunyai sedikit kotoran utk dikuburkan, adalah mereka yg tidak menjadi guru2 hebat. Adalah orang-orang yg mengalami kesukaran yg besar,dg diam menguburkannya, dan datang dg taman yg subur, adalah mereka yang menjadi guru2 hebat. Mereka semua memiliki kebijaksanaan, ketenangan, dan belas kasih; tetapi hanya mereka yg memiliki kotoran lebih banyaklah yg dpt membagikannya kepada dunia. Guru saya, Ajahn Chan, yg bagi saya pribadi adalah menara dari semua guru, pasti memiliki armada truk pengangkut pupuk kandang yg berjejer di depan pintu rumahnya, pada masa2 awal kehidupannya.
Kamis, Agustus 06, 2009 | Label: Kisah Inspiratif Kisah Inspiratif | 0 Comments
Kisah Kembang Bakung
- Setelah mendengar keluhan anaknya, sang ibu bertanya: 'Pernahkan engkau memperhatikan kembang bakung milik tetangga di lorong jalan ke rumah kita?' Anak itu menggelengkan kepala. 'Bakung itu berkembang setiap pagi, dan di akhir hari kembang bakung tersebut akan layu dan mati. Namun sebelum mati, ia telah memberikan yang terbaik, ia telah memancarkan keindahannya.' Anak itu berhenti menangis dan mendengarkan dengan penuh hati.
- Kembang bakung seorang guru yang mengajar: 'Hidupmu ada ditelapakmu sendiri, bukannya dalam genggaman tangan orang lain
Kamis, Agustus 06, 2009 | Label: Kisah Inspiratif Kehidupan | 0 Comments
oh dunia
- ANAK KECIL ingin segera DEWASA, YANG TUA lebih suka tetap menjadi MUDA
- PENGANGGURAN mencari PEKERJAAN, Sedangkan PARA PEKERJA sudah merasa BOSAN
- ORANG KAYA masih MEMBURU HARTA Padahal memburu harta pekerjaan ORANG TAK PUNYA
- SESEORANG sering di timpa KEKALAHAN... Tapi selalu TIDAK PUAS setelah mendapat KEMENANGAN
Senin, Agustus 03, 2009 | Label: Kisah Inspiratif Kehidupan | 0 Comments
Belajar Memahami Masalah Kehidupan
- Diumpamakan masalah adalah segenggam garam, akan terasa sangat pahit dan getir ketika langsung kita makan, tetapi coba segenggam garam tadi kita taburkan ke telaga yang luas, lalu kita minum airnya, kita akan merasakan segarnya air telaga dan tak terasa lagi rasa pahit dan getirnya segenggam garam yang telah ditaburkan. bukan berarti garamnya tidak ada, garam yang pahit dan getir tetap ada di air telaga.
- Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. LAPANGKANLAH DADAMU menerima semuanya. LUASKANLAH HATIMU untuk menampung setiap kepahitan itu.
Senin, Agustus 03, 2009 | Label: Kisah Inspiratif Kehidupan | 0 Comments
FLU Babi Mengancam PONDOK Pesantren, Perlukah BIN Turun tangan....
Apakah mereka mengkonsumsi daging babi..... tentu saja tidak..... klo produk olahan yang mengandung minyak babi mungkin terjadi karena mereka tidak tahu..... tetapi kalau begitu keadaannya kenapa di malang hanya mereka yang kena dan masyarakat lain tidakApakah di lingkungan sekitar pondok ada yang memelihara babi..... jawabannya juga tidak bahkan dipasar dekat pondok sepertinya juga tidak ada yang jual daging babi
Jumat, Juli 31, 2009 | Label: Kisah Inspiratif News Coment | 0 Comments
