Cuplikan Pidato Muhammad Yunus Sang Penggagas Grameen Bank

Milenium Development Goals (MDG'S) yang digagas oleh para pemimpin bangsa-bangsa di dunia nampaknya sekarang gaungnya kalah dengan isu-isu terorisme, yang dianggap merupakan ancaman terbesar bagi perdamaian dunia. Tragedi 11 september telah menjadikan banyak orang lupa bawa Perdamaian secara tak terelakkan terkait dengan kemiskinan. Kemiskinan adalah ancaman bagi perdamaian. terorisme tidak bisa dimenangkan lewat aksi militer.
Terorisme harus dikecam dengan kata-kata yang paling keras. Kita harus bersatu padu menentangnya dan menemukan segala untuk mengakhirinya. Kita harus mencari akar-akar penyebab terorisme untuk mengakhirinya sampai selama-lamanya. Bagi perdamaian dunia sepertinya menyalurkan sumber daya untuk meningkatkan perikehidupan kaum miskin adalah strategi yang lebih baik ketimbang membelanjakannya buat senjata.
Perdamaian harus dipahami secara manusiawi – dalam lingkup sosial, politik dan ekonomi secara luas. Perdamaian terancam oleh tatanan ekonomi, sosial dan politik yang tidak adil, oleh absennya demokrasi, rusaknya kualitas lingkungan hidup dan oleh absennya Hak Azasi Manusia. Kemiskinan adalah absennya seluruh hak azasi manusia. Frustasi, permusuhan dan kemarahan yang disebabkan oleh kemiskinan akut tidak bisa memupuk perdamaian dalam masyarakat manapun. Untuk membangun perdamaian yang stabil kita harus mencari cara – cara menyediakan peluang bagi rakyat untuk bisa hidup secara layak.
Yakinlah kita bisa menciptakan dunia yang bebas kemiskinan karena kemiskinan tidak dibikin oleh rakyat miskin. Kemiskinan diciptakan dan dilestarikan oleh sistem sosial – ekonomi yang kita rencang sendiri; pranata-pranata dan konsep-kensep yang menyusun sistem itu; kebijakan-kebijakan yang kita terapkan.
Kemiskinan tercipta karena kita membangun kerangka teoritis berdasarkan asumsi-asumsi yang merendahkan kapasitas manusia, dengan merancang konsep-konsep yang terlampau sempit (seperti) konsep bisnis, kelayakan kredit, kewirausahaan, lapangan kerja ) atau mengembangkan lembaga-lembaga yang belum matang ( seperti lembaga-lembaga keuangan yang tidak mengikutsertakan kaum miskin). Kemiskinan disebabkan oleh kegagalan pada tataran konseptual, dan bukan kurangnya kapabilitas dipihak rakyat.
Percayalah dengan sepenuh hati bahwa kita bisa menciptakan dunia yang bebas-kemiskinan bila secara kolektif kita mempercayainya. Dalam Dunia yang bebas kemiskinan, tempat satu-satunya. Anda bisa melihat kemiskinan adalah di museum-museum kemiskinan. Ketika anak-anak sekolah berkunjung kemuseum-museum kemiskinan itu, mereka akan ngeri melihat kesengsaraan dan kehinadinaan yang harus dilalui sebagian umat manusia. Mereka akan menyalahkan leluhurnya karena mentolerir kondisi yang tidak manusiawi yang sudah berlangsung begitu lama atas begitu banyak orang ini.
Seorang manusia lahir didunia ini dengan bekal penuh bukan hanya untuk mengurusi dirinya saja sendiri saja, tetapi juga turut menyumbangkan upaya untuk memperluas kesejahteraan dunia secara keseluruhan. Ada yang punya peluang untuk menggali potensi mereka sampai takaran tertentu, tapi banyak lainnya yang tak pernah mendapat kesempatan apapun seumur hidupnya untuk menguak bakat-bakat menakjubkan yang hadir bersama kelahirannya. Mereka mati tanpa pernah tergali dan dunia tak pernah merasakan kreativitas dan sumbangan mereka.
Orang miskin itu seperti pohon bonsai. Manakala Anda menanam bibit terbaik dari pohon tertinggi dalam pot kembang. Anda pun mendapat replika dari pohon tertinggi itu, namun tingginya hanya sekian inci. Tak ada yang salah dengan bibit yang Anda tanam, hanya lahnnya saja yang sama sekali tidak memadai. Orang miskin itu orang bonsai. Tak ada yang salah dengan bibitnya.
Sederhana saja, masyarakat tak pernah memberi mereka lahan untuk bertumbuh kembang. Yang diperlukan untuk membuat masyarakat miskin keluar dari kemiskinan adalah menciptakan lingkungan yang memberdayakan mereka. Begitu kaum miskin bisa melejitkan energi dan kreativitas mereka, kemiskinan akan lenyap dengan cepat. Mari kita bergandeng tangan untuk memberi setiap makhluk manusia kesempatan yang adil untuk melejitkan energi kreativitas mereka.

 

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog


ShoutMix chat widget