Belajar Memahami Masalah Kehidupan

Masalah yang datang pada kita kadang memang terasa pahit dan getir, banyak orang bijak seringkali menyampaikan ambil hikmahnya dan belajarlah dari pengalaman hidup agar tidak terulang kembali kesalahan pada hal yang sama. Permasalahnnya adalah seringkali kita sulit untuk bisa menerima ketika masalah datang.
  • Diumpamakan masalah adalah segenggam garam, akan terasa sangat pahit dan getir ketika langsung kita makan, tetapi coba segenggam garam tadi kita taburkan ke telaga yang luas, lalu kita minum airnya, kita akan merasakan segarnya air telaga dan tak terasa lagi rasa pahit dan getirnya segenggam garam yang telah ditaburkan. bukan berarti garamnya tidak ada, garam yang pahit dan getir tetap ada di air telaga.
Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua bergantung pada HATI kita.
  • Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. LAPANGKANLAH DADAMU menerima semuanya. LUASKANLAH HATIMU untuk menampung setiap kepahitan itu.
“Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. albumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan"

 

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog


ShoutMix chat widget