Gaji Untuk Pejabat Negara, sebuah ikatan rakyat kepada pemimpinnya

Beberapa hari ini kita kembali mendegar adanya calon pemimpin yang menyatakan tidak akan mengambil gaji yang menjadi haknya dan akan menyerahkannya untuk kegiatan soasial kemasyarakatan (mbantu Wong Cilik). secara sepintas kelihatannya adalah sebuah hal yang baik, tetapi kalau dicermati hal ini menimbulkan tanda tanya besar dan menjadikan hati ini miris mendengarnya hal ini karena beberapa alasan antara lain :
  • Gaji yang diberikan kepada pejabat negara apalagi kepada pemimpin negara (demikian juga berlaku pada pejabat publik lain termasuk kepala daerah sampai kepala desa)adalah sebuah ikatan dari masyarakat kepada pemimpinnya agar dia bekerja dengan baik, sungguh-sungguh dan bertanggungjawab untuk mensejahterakan rakyat. klo sudah tidak ada ikatan lagi dikhawatirkan pemimpin/pejabat negara akan semaunya sendiri. selain itu posisi masyarakat menjadi lemah ketika pemimpinnya tidak menjalankan amanah rakyat dengan baik, karena ya itu tadi pemimpinnya bekerja sukarela.
  • Gaji adalah bentuk terima kasih warga kepada pemimpinnya yang telah membantu mereka mengatur dan mengantarkan masyarakat menjadi lebih aman dan sejahtera, pemimpin dinilai telah mendedikasikan hidupnya pada masyarakat, karenanya masyarakat sudah selayaknya memberikan terima kasih pada pemimpinnya yang dimaterialkan dalam bentuk gaji pejabat (klo didesa dengan tanah kas desa / bengkok). lha klo ada pemimpin yang tidak mau terima berarti bisa diartikan tidak menghargai rakyat meskipun dia itu kaya sekalipun.
  • Dijaman yang serba materialistis ini, menjadi serang pemimpin seringkali harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit, untuk seorang capres dibutuhka dana ratusan milyar hanya sekedar untuk menarik simpati dari masyarakat, yang jadi pertanyaan mereka cari apa sebenarnya, jangan-jangan ada pemasukan lain yang jauh lebih besar daripada gaji yang pastinya itu tidak diketahui oleh umum, ya hasil TST lah. klo itu kan sangat berbahaya, kita yakin di indonesia jarang kita temukan ada pemimpin yang suci tanpa pamrih.
KLo mau cari simpati masyarakat tentunya lebih baik dengan cara-cara yang tidak membodohi, menyinggung dan mencederai rakyat. berikan contoh baik yang mudah dicerna dan dipahami rakyat. bagaimanapun rakyat masih mempunyai anggapan pemimpin yang ketika jadinya mengeluarkan duit banyak pasti hal pertama yang dilakukan adalah bagaimana agar modal bisa kembali. Gak mau terima gaji ?????? gimana ya..... terserah andalah bagaimana menilai

 

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog


ShoutMix chat widget