Beberapa hari ini masyarakat dibingung dengan istilah neo liberal, jangankan neo liberal yang liberal seperti apa juga masyarakat masih sangat banyak yang belum tahu, statement elit politik secara tidak langsung memberikan wawasan yang cukup baik bagi masyarakat bila diikuti dengan penjelasan yang lebih rinci akan masksud yang sebenarnya dari wacana yang dilontarkan. proses politik yang sedang berlangsung sekarang hendaknya bias dikemas sedemikian rupa sehingga terjadi tidak hanya pendewassaan politik saja tetapi juga peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai banyak hal salah satunya adalah peningkatan pengetahuan tentang pandangan/ aliran / paham / isme-isme dalam perekonomian internasional.
- Beberapa hari ini masyarakat dibingung dengan istilah neo liberal, jangankan neo liberal yang liberal seperti apa juga masyarakat masih sangat banyak yang belum tahu, statement elit politik secara tidak langsung memberikan wawasan yang cukup baik bagi masyarakat bila diikuti dengan penjelasan yang lebih rinci akan masksud yang sebenarnya dari wacana yang dilontarkan. proses politik yang sedang berlangsung sekarang hendaknya bias dikemas sedemikian rupa sehingga terjadi tidak hanya pendewassaan politik saja tetapi juga peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai banyak hal salah satunya adalah peningkatan pengetahuan tentang pandangan/ aliran / paham / isme-isme dalam perekonomian internasional.
- Yang perlu dibahas kemudian adalah “apakah betul Boediono memang Neolib”. Budiono yang dulu dikenal sebagai pengarang buku ekonomi mikro dan ekonomi makro yang jadi buku pegangan mahasiswa ekonomi di Indonesia kiranya bukanlah orang yang bodoh yang hanya Taklid pada Adam Smit , Alan Grispant, Goerge Soros dan seabrek pemikir ekonomi liberal lainnya semata, kita yakin tentunya Boediono juga tahu Karl Mark sebagai tokoh terdepan yang mengusung ekonomi sosialis, Boediono juga kita yakin telah membaca The Thirth Way Antoni Gidens dan The End of Historynya Fransiscus Fukuyama, serta pemikir besar lainnya.
- Biarlah seluruh pasangan capres saling berebut simpati, sebagai masyarakat mari kita dukung Demokrasi, kita ciptakan Persatuan untuk Pembangunan untuk Kebangkitan Bangsa guna mencapai Keadilan dan kesejahteraan masyarakat karena itu semua adalah Amanat Nasional yang di titipkan pada kita.
0 komentar:
Posting Komentar